/ Label:

UFO berbentuk bumerang terlihat di Bogor, 6 Februari 2017

Sebuah benda terbang aneh berbentuk bumerang terlihat pada tanggal 6 Februari 2017 di daerah Bogor, jam 10:30 wib. Terlihat setelah hujan mengguyur dari pagi. Benda terbang tersebut telihat berwarna hitam di langit berbentuk bumerang, bergerak berputar pelan melawan arah angin. Atasnya sekilas berwarna perak seperti pantulan matahari. Jarak benda tersebut jauh, saksi mata yang bernama Henri melihatnya dengan menyebutkan seperti mata panah. Henri melaporkan pengalamannya ini ke group FB BETA-UFO pada tanggal yang sama.

Saksi mata berusaha me
rekam kejadian tersebut. Yang pertama gagal dan yang kedua berhasil tetapi tidak terlihat apa apa. Selama obyek tersebut terbang, tidak terdengar suara apa-apa. Pengamatan cukup lama, dari pertama terlihat hingga hilang tak terjangkau karena pepohonan dan rumah, ada sekitar 15 menit. Obyek tersebut disaksikan bersama seorang temannya. Di bawah ini adlaah sketsa dari obyek terbang aneh yang disaksikan oleh Henri.

Ilustrasi oleh Henri

Ilustrasi oleh Henri










komentar (2) / Read More

/ Label:

2012 dan Fenomena UFO


Menjelang tahun 2012, khususnya tanggal 21 Desember 2012, banyak film, banyak komentar dan pendapat, banyak orang yang konon bisa meramal kemudian memberikan ramalannya, dengan penjelasan dan analisis yang berbeda-beda. Entah kenapa, berita kiamat 2012 ini nampaknya menyentuh pemirsa fenomena UFO. Padahal, kalau kita bahas soal 2012 ini, maka kaitannya adalah dengan penanggalan kalender Maya, yang perlu dipertanyakan, apa hubungannya dengan UFO?

Tema 2012 mau tidak mau menyinggung masalah keyakinan dan juga tema spiritualitas. Banyak orang yang percaya (sekaligus berharap) akan ada jaman baru yang membawa pada peningkatan kesadaran baru pada manusia. Ada yang berteori bahwa itu karena adanya penyelarasan galaksi dan lain-lain. Namun, apa hubungannya dengan UFO, atau dengan makhluk luar angkasa?

Ramalan kiamat barangkali juga disebabkan karena saat ini kondisi bumi yang sedang bergejolak. Terjadi gempa di beberapa tempat, khususnya di Indonesia. Cuaca yang berubah, panas yang semakin luar biasa. Ahli antariksa dan astronomi yang mempelajari matahari mengemukakan bahwa terjadi peningkatan badai matahari, yang konon bisa menyebabkan kutub magnetik bumi bergeser bahkan mungkin beralih, yang utara menjadi selatan dan sebaliknya. Kalau ini benar terjadi, maka berdasarkan petunjuk jarum kompas, kita akan melihat bahwa matahari terbit di sebelah barat. Kita tunggu saja apakah itu akan terjadi atau tidak, namun ada yang pernah bilang, bahwa salah satu tanda kiamat konon katanya matahari terbit di sebelah barat.

Saya sendiri selalu bertanya-tanya, apakah 2012 ini ada hubungannya dengan UFO atau tidak? Saya pernah membicarakan hal ini dalam sebuah pertemuan yang membahas kaitan UFO dengan 2012 di Bogor akhir tahun 2008 lalu bersama Metafisika Study Club. Saya memang mengatakan bahwa dari penelitian ilmuwan, memang terjadi peningkatan badai matahari, namun ini terjadi berkala 11 tahun sekali. Artinya, ini pernah terjadi. Namun, ada beberapa hal yang menurut hasil penelusuran saya bisa berkaitan dengan masalah makhluk cerdas selain manusia. Bagaimana hubungannya?

Penelusuran saya mulai dari penanggalan Maya itu sendiri. Kita tahu berdasarkan konversi penanggalan, maka kalender itu akan berakhir pada tanggal 21 Desember 2012. Walau soal tanggal ini ada yang tidak sepakat karena kalender kita banyak mengalami perubahan, namun marilah kita anggap bahwa asumsi itu benar. Lalu, kalau berakhir, kapan kalender itu dimulai? Bukankah jika ada akhir maka ada awal? Jawaban atas pertanyaan ini bisa dengan mudah dijawab lewat pencarian di internet, misalnya melalui wikipedia. Menurut http://en.wikipedia.org/wiki/Maya_calendar, awal kalender maya jika dikonversi dengan penanggalan kita saat ini adalah sama dengan 11 Agustus 3114 SM. Sebagian yang lain menetapkan 13 Agustus 3114 SM (Kalender Gregorian) dan 8 September 3114 BC (Kalender Julian). Namun pada umumnya sepakat bahwa tahunnya adalah 3114 SM. Saya sendiri bukan ahli mengenai kalender Maya, namun saya mencoba mencari hubungan yang ada, yaitu apa yang terjadi sebelum 3114 SM? Ada apa di planet bumi ini sebelum tahun itu?

Lalu, saya mencoba mencari, kalender atau jaman apa yang kira-kira mulainya pada masa yang sama dengan permulaan kalender Maya? Dengan mudah saya menemukan bahwa jaman Kaliyuga, ternyata juga dimulai saat tahun 3102 SM. Dengan demikian, jaman kaliyuga dimulai 12 tahun setelah permulaan kalender Maya. Adakah ini semua hanya kebetulan? Padahal saya memiliki keyakinan bahwa tidak ada yang kebetulan di alam semesta ini. Menurut ajaran agama Hindu, jaman Kaliyuga adalah jaman dimana keadaan tidak menentu, kacau atau tidak harmonis. Terlepas dari ajaran atau kepercayaan yang ada tentang jaman kaliyuga ini, dan juga karena saya bukan ahli di bidang tersebut, namun penting untuk dicatat bahwa permulaan jaman Kaliyuga ini hanya beda 12 tahun dengan permulaan kalender Maya. Apa yang terjadi sebelum itu?

Ada apa sebelum tahun 3114 SM?


Telah kita ketahui bahwa permulaan kalender Maya adalah tahun 3114 dan permulaan jaman Kaliyuga adalah 3102 SM. Beda waktu yang sangat kecil ini, yakni 12 tahun, menurut pendapat saya sangat menarik. Lalu. apa yang terjadi sebelum tahun 3114 SM? Apakah ada peristiwa besar di planet bumi ini sekitar tahun-tahun itu? Adakah catatan sejarah, tulisan-tulisan kuno atau bahkan temuan arkeologi yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah mengenai hal-hal yang berhubungan dengan jaman itu? Peristiwa apa yang cukup bisa dianggap menghebohkan?

Saya mencoba membuat urutan kronologi, dan menurut pendapat saya, ada sebuah peristiwa besar yang dicatat di tulisan-tulisan kuno yang dekat dengan masa itu yakni yang dikenal dengan banjir air bah di jaman nabi Nuh (Noah). Sejumlah ahli mencatat bahwa bencana itu terjadi sekitar tahun 3150 SM +/- 50 tahun. Memang ada berbagai perbedaan informasi tahun terjadinya bencana air bah (perubahan cuaca global yang membawa dampak besar). Dr. Barry M. Warmkessel menulis sebuah artikel dengan judul "Noah's Ark, Verification of Alien Contact", di mana dalam tulisannya disajikan beberapa informasi perkiraan tanggal saat terjadinya peristiwa tersebut.

1. Josephus Great Flood Date: (3148 BC)
2. Dr. Hales Great Flood Date: (3155 BC)
3. Septuagint Great Fload Date: (3246 BC)
4. Samaritan Pentateuch Great Flood Date: (2998 BC)

Lihat di: http://barry.warmkessel.com/NOAH.html

Dengan demikian, bisa kita lihat bahwa ada sebuah peristiwa yang mendahului permulaan kalender Maya atau jaman Kaliyuga, yakni bencana air bah tersebut. Lalu, apa penyebab bencana air bah ini, atau ada peristiwa apa yang terjadi sebelumnya?

Karena hasil penelusuran saya sampai pada jaman nabi Nuh, maka mau tidak mau akhirnya akan menggunakan beberapa teks kitab suci maupun tulisan-tulisan kuno dari masa lalu. Tentu saja hal ini bisa sangat sensitif dan saya yakin banyak yang skeptik karena hal ini dianggap tidak ilmiah. Saya sadar akan hal ini, namun mari kita coba teruskan dulu apa yang ingin saya kemukakan.

Kita tahu bahwa cerita nabi Nuh ini menunjukkan bahwa masyarakat mereka tinggal di kawasan yang sekarang menjadi negara Irak (Sumeria). Bukti arkeologi menunjukkan dengan jelas bahwa telah terjadi perubahan iklim yang berdampak buruk di kawasan sungai Tigris dan Eufrat antara 4000 dan 3000 SM, yang berupa bencana air bah tak umum.

Lalu, apa hubungan banjir bah ini dengan makhluk luar angkasa? Apa ada hubungannya dengan tahun 2012 mendatang?

Kunjungan dan koloni makhluk Angkasa Luar

Apa yang saya kemukakan tentu tidak dapat dianggap sebagai sebuah hasil penelitian ilmiah. Tulisan ini lebih merupakan opini atau hasil pemikiran saja. Tentu saja masih dibutuhkan berbagai pembuktian atas pendapat yang saya kemukakan. Menurut saya, sebelum terjadi banjir bah, ada kunjungan dan koloni makhluk angkasa luar ke planet bumi. Apa buktinya? Sejauh mana bukti yang ada bisa dipercaya akurasinya?

Kalau kita membaca kitab Kejadian (Genesis) dari Alkitab (Bible), maka diceritakan bahwa "anak-anak Allah" (Host of heaven) telah bergaul dengan "anak-anak manusia". Teks terjemahan bahasa Indonesianya dari Kitab Kejadian 6:1-4 adalah sebagai berikut:

Ketika manusia itu mulai bertambah banyak jumlahnya di muka bumi, dan bagi mereka lahir anak-anak perempuan, maka anak-anak Allah melihat, bahwa anak-anak perempuan manusia itu cantik-cantik, lalu mereka mengambil isteri dari antara perempuan-perempuan itu, siapa saja yang disukai mereka. Berfirmanlah TUHAN: "Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia, karena manusia itu adalah daging, tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja." Pada waktu itu orang-orang raksasa ada di bumi, dan juga pada waktu sesudahnya, ketika anak-anak Allah menghampiri anak-anak perempuan manusia, dan perempuan-perempuan itu melahirkan anak bagi mereka; inilah orang-orang yang gagah perkasa di zaman purbakala, orang-orang yang kenamaan.

Teks ini sangat menarik dan penting serta sering dijadikan referensi mengenai keberadaan astronaut dari luar bumi. Pengertian kalimat "karena manusia itu adalah daging, tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja" adalah bahwa saat itu terjadi tepat 120 tahun sebelum terjadinya banjir bah, sehingga dinyatakan bahwa 120 tahun setelah peristiwa kontak dengan makhluk luar bumi itu, terjadi air bah yang memusnahkan sebagian besar penduduk bangsa di sekitar sungai Tigris dan Eufrat.

Lalu, apakah teks di atas benar-benar bisa dianggap sebagai bukti bahwa telah terjadi kontak dan interaksi dengan makhluk luar bumi? Ada sebuah kitab yang mendukung hal ini, yaitu yang dinamakan sebagai kitab Henokh (Book of Enoch). Kitab Henokh ini menjelaskan lebih detail tentang kedatangan makhluk cerdas bukan manusia ke bumi dan berinteraksi dengan manusia, mengajarkan ilmu-ilmu pengetahuan tertentu pada manusia. Namun kedatangan dan interaksi ini diceritakan menimbulkan ketidaksukaan dari kelompok makhluk luar bumi yang lain sehingga menyebabkan konflik peperangan di antara mereka (antar makhluk luar bumi). Peperangan ini dikenal sebagai peperangan antara penghulu malaikat (archangels) dengan malaikat yang jatuh (fallen angels).

Catatan peperangan ini ditulis juga dalam kitab Wahyu 12:7-9, di mana dikatakan: "Maka timbullah peperangan di sorga. Mikhael dan malaikat-malaikatnya berperang melawan naga itu, dan naga itu dibantu oleh malaikat-malaikatnya, tetapi mereka tidak dapat bertahan; mereka tidak mendapat tempat lagi di sorga. Dan naga besar itu, si ular tua, yang disebut Iblis atau Satan, yang menyesatkan seluruh dunia, dilemparkan ke bawah; ia dilemparkan ke bumi, bersama-sama dengan malaikat-malaikatnya." Teks ini jika dibaca dalam bahasa Inggris ditulis dalam tatanan bahasa masa lampau: "And there was war in heaven..." Kalau kita membaca dan mempelajari Kitab Henokh, maka semua menjadi lebih jelas, termasuk komunikasi antara Henokh dengan malaikat dan bagaimana deskripsi Henokh saat dibawa ke "surga" menunjukkan keadaan yang sama persis ketika astronaut pergi ke luar angkasa. Kitab Henokh juga menyebutkan bahwa Nuh memiliki bentuk seperti malaikat, sementara dari studi diketahui bahwa Nuh adalah albino (bule). Dengan kata lain, makhluk luar angkasa yang datang ini boleh jadi adalah tipe nordic, rambut perak dan mata merah (atau biru?).

Peperangan antar makhluk luar bumi ini diketahui dimenangkan oleh kelompok archangels (Michael, Gabriel, Uriel dan Rafael), sementara kelompok Semjaza dikalahkan dan seperti ditulis dalam kitab Wahyu, maka kelompok yang kalah ini kemudian disebut sebagai iblis atau satan, yang dilemparkan ke bumi bersama dengan bala tentaranya. Mereka ini, yang disebut juga sebagai "naga besar" atau si ular tua, boleh jadi yang berperan dan dikenal sebagai "para dewa" bagi manusia di bumi. Suku bangsa Maya mengenal Quetzalcoalt yang merupakan dewa ular berbulu. Bangsa Mesir juga memiliki dewa reptilian dan menggunakan mahkota bersimbol ular.


Kumpulan yang terbuang

Peperangan di surga (langit) membawa hasil pada kekalahan pihak yang disebut kemudian sebagai iblis. Iblis yang sama yang dianggap pembujuk Adam dan Hawa untuk memakan buah pengetahuan yang baik dan yang jahat. Iblis yang dkatakan tidak mau sujud kepada Adam sehingga dia dan kelompoknya dianggap membangkang, takabur dan kafir. Ini secara lebih detail bisa kita baca dalam Al Quran. Nah, kalau saya menggunakan acuan dari hal ini, biasanya ada yang mulai kurang suka. Tapi akan saya coba lanjutkan dengan hati-hati karena menurut saya petunjuk yang penting ada di dalam Al Quran. Saya bukan ahli di bidang penafsiran Al Quran sehingga pasti tidak pantas untuk menggunakan dasar ini, namun mungkin ada para ahli yang mau melakukan pengkajian lebih lanjut atau ide-ide liar yang ingin saya sampaikan. Silahkan kalau mau meneliti lebih lanjut.

Singkat kata, dalam fragmen kejadian itu diceritakan bahwa Iblis kemudian akan dihukum. Berikut adalah salah satu petunjuk yang ada dari surah Al-A'raaf 12-15:

Allah berfirman:"Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu". Menjawab iblis:"Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah". Allah berfirman:"Turunlah kamu dari surga itu; karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, maka keluarlah, sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina". Iblis menjawab:"Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka dibangkitkan". Allah berfirman:"Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh".

Hal serupa juga terdapat dalam surah Al-Hijr 33-38:

Berkata iblis:"Aku sekali-kali tidak akan sujud kepada manusia yang Engkau telah menciptakannya dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk". Allah berfirman:"Keluarlah dari surga, karena sesungguhnya kamu terkutuk, dan sesungguhnya kutukan itu tetap menimpamu sampai hari kiamat". Berkata iblis:"Ya Tuhanku, (kalau begitu) maka beri tangguhlah kepadaku sampai hari (manusia) dibangkitkan". Allah berfirman:"(Kalau begitu) maka sesungguhnya kamu termasuk orang yang diberi tangguh, sampai hari (suatu) waktu yang telah ditentukan".

Mohon membaca ayat-ayat di atas dengan lengkap dan cermat, sebab biasanya ada kebiasaan suka melewati begitu saja. Di sini kita bisa melihat bahwa ada semacam perjanjian yang disepakati, bahwa hukuman final Iblis akan dijatuhkan sampai hari manusia dibangkitkan atau dengan kata lain adalah kiamat. Hari itu telah ditentukan sebenarnya dan kedua belah pihak sebenarnya tahu kapan itu akan terjadi. Permintaan, "Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka dibangkitkan" menunjukkan bahwa ada suatu saat manusia akan dibangkitkan. Pertanyaannya, konsep "dibangkitkan" itu bagaimana? Apakah bangkit dari kubur (mati)? Atau manusia dibangkitkan kesadarannya? Pertanyaan ini merupakan pertanyaan kuno yang juga ada dalam Al Quran:

Itulah balasan bagi mereka, karena sesungguhnya mereka kafir kepada ayat-ayat Kami dan (karena mereka) berkata:"Apakah bila kami telah menjadi tulang belulang dan benda-benda yang hancur, apakah kami benar-benar akan dibangkitkan kembali sebagai makhluk baru" (QS. 17:98)

Saya tidak ingin mendiskusikan hal ini karena sekali lagi saya bukan ahli di bidang hal ini, namun yang ingin saya kemukakan, masa tangguh itu adalah sampai hari di mana manusia akan dibangkitkan. Dalam konsep saya, kebangkitan ini adalah peningkatan kesadaran yang dimiliki manusia. Istilah yang umum adalah "awakening".

Kembali ke masalah eksistensi Iblis, ayat di atas menunjukkan bahwa Iblis dulunya ada bersama di surga namun kemudian diturunkan. Pertanyaannya, diturunkan ke mana? Menurut saya, jika kita selaraskan dengan apa yang ada di dalam Alkitab, maka Iblis dan bala tentaranya diturunkan ke bumi dengan seluruh teknologinya dilucuti. Hal ini juga ditunjang dengan apa yang ada dalam surah Al-Jin 8-11:

"...dan sesungguhnya kami telah mencoba mengetahui (rahasia) langit, maka kami mendapatinya penuh dengan penjagaan yang kuat dan panah-panah api, dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mendengar-dengarkan (berita-beritanya). Tetapi sekarang barangsiapa yang (mencoba) mendengar-dengarkan (seperti itu) tentu akan menjumpai panah api yang mengintai (untuk membakarnya). Dan sesungguhnya kami tidak mengetahui (dengan adanya penjagaan itu) apakah keburukan yang dikehendaki bagi orang yang di bumi ataukah Tuhan mereka menghendaki kebaikan bagi mereka. Dan sesungguhnya di antara kami ada orang-orang yang saleh dan di antara kami ada (pula) yang tidak demikian halnya. Adalah kami menempuh jalan yang berbeda-beda."

Bagi saya, informasi ini jelas sangat menarik. Ada sekumpulan makhluk yang disebut sebagai jin, yang dulunya dapat menduduki beberapa tempat di langit (punya koloni di luar bumi), namun kini tidak lagi dan bahkan jika berusaha mengetahui rahasia langit, mereka mendapat ancaman "panah-panah api". Menarik juga bahwa di antara mereka sendiri terpecah-pecah, ada yang "saleh" dan ada yang tidak. Menempuh jalan yang berbeda-beda sehingga akan banyak sekali kelompok-kelompok di antara mereka. Lebih jauh lagi mereka juga bertanya, penjagaan yang ketat itu, apakah demi kebaikan manusia di bumi atau sebaliknya? Dalam surah Al-Kahfi 50 disebutkan bahwa iblis adalah dari golongan jin.

Bukankah jika kita mencoba membayangkan hal ini, sungguh luar biasa? Apa yang sesungguhnya terjadi di sana?

Lalu, apakah ada petunjuk lain yang bisa kita peroleh selain dari kitab suci? Ada sebuah manuskrip yang disebut sebagai "Buku Dzyan", yang merupakan naskah paling kuno di India dan dibuat pada waktu orang di sana mulai dapat menulis. Salah satu cerita di dalamnya ialah mengenai sekelompok kecil makhluk yang datang di bumi beberapa ribu tahun yang lalu di dalam sebuah pesawat logam yang mengeliling bumi beberapa kali sebelum mendarat. Makhluk-makhluk itu hidup menyendiri dan dihormati oleh manusia-manusia di tempat di mana mereka bermukim. Akan tetapi, kemudian timbullah perbedaan paham di antara mereka dan timbullah perpecahan. Beberapa pria, wanita dan anak-anak memisahkan diri dan mengungsi ke kota lain, di sana mereka dinobatkan menjadi penguasa oleh penduduk yang ketakutan.

Pemisahan diri itu ternyata tidak memulihkan perdamaian di antara makhluk-makhluk itu dan akhirnya kemarahan mereka memuncak sehingga pemimpin dari kelompok di kota yang pertama mengumpulkan sekelompok kecil prajuritnya dan mereka membubung ke udara menaiki sebuah pesawat logam yang besar dan mengkilap. Ketika mereka masih jauh dari kota musuhnya, mereka meluncurkan sebuah tombak yang besar dan bercahaya yang bergerak menuruti sebuah berkas sinar cahaya. Senjata itu meledak di kota musuhnya menjadi bola api yang besar yang menjulang ke langit, hampir mencapai bintang-bintang.

Semuanya yang berada di dalam kota menjadi hangus secara mengerikan dan bahkan mereka yang tidak berada di dalam kota, akan tetapi berada di daerah sekitarnya, terbakar pula. Mereka yang memandang ke arah tombak dan bola api tadi menjadi buta selamanya. Mereka yang kemudian berjalan kaki memasuki kota, jatuh sakit dan mati. Bahkan debu dari kota tadi menjadi beracun, begitu juga air dari sungai-sungai yang mengalir melalui kota itu. Tidak ada manusia yang berani mendekati kota tersebut, yang berangsur-angsur punah dan dilupakan manusia.

Ketika pemimpin dari makhluk-makhluk pendatang itu melihat apa yang telah ia perbuat terhadap anak buahnya sendiri, ia mengundurkan diri ke dalam istananya dan tidak mau bertemu dengan siapa saja. Akhirnya ia mengumpulkan prajuritnya yang masih ada, serta anak dan istri mereka, lalu masuk ke dalam pesawat masing-masing, membubung ke langit satu per satu dan pergi untuk tidak kembali lagi.

Kisah di atas dimuat dalam buku "Introductory Space Science - Volume II", Chapter XXXIII, yang diterbitkan oleh Department Of Physics - USAF, editor: Major Donald G. Carpenter dengan co-editor: Lt. Colonel Edward R. Therkelson. Buku ini sejak tahun 1968 merupakan buku resmi yang digunakan oleh Air Force Academy, di Colorado Springs, Colorado.

Kisah ini nampaknya memberi gambaran tentang koloni makhluk luar bumi di masa lalu. Apakah kisah ini menggambarkan peristiwa yang sama dengan peperangan di surga antara Michael dengan sang naga (iblis) atau Semjaza dan kawan-kawannya? Entahlah. Boleh jadi ada peristiwa kelanjutan lain yang tidak diketahui oleh penulis Buku Dzyan. Kemana mereka mengungsi, apakah ke luar angkasa atau ke tempat lain di belahan bumi yang lain?

Kumpulan kisah-kisah yang saya utarakan ini menunjukkan bahwa telah ada kunjungan makhluk dari luar bumi. Keberadaan mereka di bumi ternyata menimbulkan perpecahan dan berakhir pada peperangan di antara mereka. Peristiwa itu terjadi sebelum bencana air bah dan bisa saja diduga yang menjadi penyebabnya. Karena nampaknya salah satu pihak mempunyai rencana proses anihilisasi (pemusnahan) dengan mendatangkan banjir besar. Caranya bagaimana, tidak saya uraikan di sini, karena maksud saya mengemukakan kejadian ini adalah berkaitan dengan awal peradaban baru manusia setelah bencana besar. Masa di mana mulainya penanggalan kalender Maya dan juga dimulainya jaman Kaliyuga.

Pertanyaan yang sering muncul di benak saya adalah, kapan akhir dari masa tangguh itu? Jika Bangsa Maya erat kaitannya dengan makhluk dari luar bumi dengan dewa Queltzalcoalt (ular berbulu), lalu mereka membuat penanggalan seperti itu, yang berakhir pada 21 Desember 2012, pertanyaan saya yang langsung muncul adalah, apakah itu merupakan tanda dari akhir masa tangguh itu? Jika tidak, maka kita tidak perlu merisaukan apa-apa. Namun jika memang benar, apakah yang akan terjadi setelah masa tangguh itu?

Dijelaskan bahwa masa tangguh itu berlaku sampai manusia "dibangkitkan". Kita bisa berdebat panjang lebar tentang makna manusia "dibangkitkan" ini. Manusia sendiri kalau kita tinjau dari sejarah, maka sudah pernah mengalami "kebangkitan" yaitu di jaman Renaisans. Renaisans adalah suatu periode sejarah yang mencapai titik puncaknya kurang lebih pada tahun 1500. Perkataan "renaisans" berasal dari bahasa Perancis renaissance yang artinya adalah "Lahir Kembali" atau "Kelahiran Kembali". Yang dimaksudkan biasanya adalah kelahiran kembali budaya klasik terutama budaya Yunani kuno dan budaya Romawi kuno. Namun zaman sekarang hal ini bisa menyangkut segala hal.

Saya sendiri langsung terhenyak dengan tahun yang ada, yakni 1500, di mana ini berarti 1000 tahun setelah jaman nabi Muhammad SAW. Saya pernah mempunyai ide liar yang tentu banyak yang tidak setuju, bahwa sebagian besar yang tercantum dalam Kitab Wahyu adalah sudah terjadi. Kerajaan 1000 tahun juga sudah berlalu, dan tahun 1500 menjadi awal "lahir kembali" manusia. Apakah ini sebuah kebetulan? Atau hanya saya yang menggathuk-gathukkan saja padahal sama sekali tidak ada hubungannya? Sejak masa itu dimulai juga jaman imperialisme, penjajahan oleh sebuah bangsa atas bangsa lain ke seluruh penjuru bumi.

Dalam kitab Wahyu 20:7 disebutkan "Dan setelah masa seribu tahun itu berakhir, Iblis akan dilepaskan dari penjaranya." Wah, ini tentu sangat menarik sekali untuk dipelajari. Ini berarti, Iblis yang selama ini dipenjara, dilepaskan dan menurut kitab Wahyu 20:8 dikatakan "dan ia akan pergi menyesatkan bangsa-bangsa pada keempat penjuru bumi, yaitu Gog dan Magog, dan mengumpulkan mereka untuk berperang dan jumlah mereka sama dengan banyaknya pasir di laut." Menariknya adalah, Iblis yang disebutkan di sini tentunya adalah entiti yang sama yang dulu kalah perang, dan mereka adalah makhluk dari luar bumi.

Kita tahu, bahwa setelah tahun 1500 hingga kini, di planet bumi ini terjadi beberapa kali peperangan, termasuk dua kali perang dunia. Ada banyak peristiwa di bumi yang terjadi yang bisa dibandingkan dengan nubuat yang ada dalam Kitab Wahyu. Namun, tentu saja saya bisa salah. Saya hanya melihat bahwa fenomena makhluk luar angkasa yang dulunya pernah berkuasa di bumi ini, kemudian di”penjara” setelah kalah perang, diberi tangguh hingga manusia "dibangkitkan" dan kemudian mulai berkuasa lagi hingga suatu saat akan mengalami penghancuran atau hukuman. Saya pikir, saat ini mereka sedang kejar-kejaran dengan waktu. Kalau memang mereka yang membuat kalender yang bertujuan mencatat batas waktu akhirnya, maka bukankah wajar jika 21 Desember 2012 menjadi batas akhir nasib mereka ditentukan? Jika memang itu merupakan sebuah "kiamat", pertanyaannya adalah apakah kiamat itu adalah untuk mereka atau untuk manusia? Lalu, apakah yang akan terjadi pada saat itu?

Persiapan Menghadapi 2012

Jika saya adalah berasal dari kelompok makhluk luar angkasa yang dulu kalah perang dan kini menghadapi penentuan akhir, pertanyaannya adalah apakah yang akan saya lakukan? Apa-apa saja yang harus saya persiapkan? Apakah saya akan menyerah begitu saja menerima "hukuman", atau saya akan berusaha mempersiapkan diri untuk membuat perlawanan akhir, dengan harapan siapa tahu bisa menang dan mengubah nasib? Namun, seperti diketahui. di antara kelompok ini telah terpecah-pecah. Seperti diungkapkan sebelumnya, ada kelompok yang "saleh" dan ada yang tidak.

Kini, sejak tahun 1500, mulai banyak medium yang menjadi perantara atau lebih sering dikenal dengan istilah channeling. Kita tahu yang terkenal adalah Nostradamus, dan apakah sebuah kebetulan kalau lahirnya tanggal 14 Desember 1503? Nostradamus meninggal 2 Juli 1566 dalam umur 62 tahun. Apakah Nostradamus mendapat pengelihatan dan pesan-pesan dari makhluk luar angkasa yang telah dibebaskan dari "penjara"nya? Tentu pertanyaan ini tidak bisa dijawab dengan mudah dan memuaskan semua pihak.

Fenomena UFO mulai marak setelah perang dunia kedua. Ada informasi kalau pemerintah Jerman di masa PD2 telah menjalin kerja sama dengan mereka dan membuat pesawat Haunebu dan Vrill yang berbentuk seperti piring terbang. Kemudian ditengarai pemerintah Amerika Serikat juga menjalin kerja sama rahasia dengan alien. Yang menarik adalah kedatangan alien jenis grey yang nampaknya menjadi tamu tak diundang sekaligus memberi keuntungan strategis karena dapat mengambil teknologi yang dimiliki oleh greys untuk kepentingan mereka. Apakah juga sebuah kebetulan jika di tahun 1980-an, pemerintahan Ronal Reagan mulai membangun persenjataan "star wars"? Menarik jika membaca pengakuan dari Dr. Carol Rosin yang pernah bekerja untuk Wernher Von Braun (pakar peroketan AS yang berasal dari Jerman yang kemudian bekerja untuk NASA) bahwa di tahun 1977 mereka telah membuat persenjataan luar angkasa untuk menghadapi ancaman aliens. (sumber: http://www.illuminati-news.com/ufos-and-aliens/html/carol_rosin.htm) Menjadi makin menarik juga saat mendengar pidato Ronald Reagan di sidang PBB tanggal 21 September 1987, "I occasionally think how quickly our differences, worldwide, would vanish if we were facing an alien threat from outside this world."

Maka menjadi pertanyaan kembali, apa yang akan terjadi pada setelah 21 Desember 2012? Apakah kelahiran kembali umat manusia? Padahal bisa saja hal itu telah terjadi saat jaman Renaisans. Apakah ada peningkatan kesadaran baru? Apakah masa tangguh telah berakhir dan dimulainya proses hukuman? Jika semua ini dikaitkan, maka nampaknya ada upaya untuk melawan balik, upaya setidaknya mempertahankan diri dari kedatangan makhluk luar angkasa yang lain. Itulah yang membawa saya pada pemikiran, barangkali setelah kalender Maya berakhir, maka akan terjadi lagi peperangan di langit, semacam pertempuran penentuan. Tentu saja kitab-kitab suci telah menubuatkan kekalahan mereka. Namun bukankah tak ada salahnya untuk melawan, mencoba mengubah nasib, walau mungkin umat manusia sekali lagi akan mengalami penderitaan.

Di sini saya mencoba mengemukakan pandangan saya, kaitan antara 2012 dengan fenomena UFO. Apa yang saya kemukakan bisa saja salah karena tidak ada dasar ilmiahnya. Kaitan antara 2012 dengan pertempuran antar makhluk luar angkasa ini memang masih kabur, tidak semua bisa menerima penjelasan yang saya sampaikan. Alhasil, semua itu akan kembali kepada kita masing-masing. Apa yang kita percayai dan harapan apa yang kita inginkan terjadi...

Surabaya, 12 Nopember 2009
Nur Agustinus.

komentar (0) / Read More

/ Label:

Siapakah sebenarnya "Men In Black" ?


Sejak sekitar 50 tahun lalu, para saksi mata penampakan ufo mengaku didatangi oleh pria-pria misterius berbaju hitam yang meminta mereka untuk tidak menceritakan pengalaman mereka. Pria-pria misterius ini disebut Men In Black.

Sejarah Men In Black
Kisah Men In Black muncul ke permukaan lewat sebuah buku yang dipublikasikan pada tahun 1956 berjudul "They Knew Too Much About Flying Saucers" oleh Gray Barker. Barker adalah seorang penduduk Braxton county yang kemudian menjadi tertarik dengan fenomena ufo dan mulai mengumpulkan informasi-informasi yang berkaitan dengan ufo.

Lalu kisah Men In Black kembali dipopulerkan oleh Albert Bender pada tahun 1962 lewat sebuah buku berjudul "Flying Saucers and the three men". Bender adalah teman dari Gray Barker yang juga pengelola majalah Fate Magazine.

27 tahun kemudian, Barker kembali menulis kisah mengenai Men In Black lewat sebuah buku berjudul "M.I.B : The secret terror among us" yang diterbitkan tahun 1983.

Kedua orang ini dianggap sebagai orang yang paling bertanggung jawab dalam penyebaran legenda Men In Black.

Deskripsi Men In Black

Dalam buku-buku yang diterbitkan oleh Barker dan Bender, Men In Black atau secara populer disebut MIB dideskripsikan sebagai pria berbaju hitam yang selalu mengunjungi para saksi penampakan ufo dan mengancam mereka untuk tutup mulut mengenai pengalaman mereka. Mereka juga umumnya menggunakan kacamata hitam dan mobil besar yang juga berwarna hitam.

MIB juga disebut memiliki bentuk wajah yang tidak biasa. Mereka sepertinya memiliki informasi detail mengenai perjumpaan para saksi dengan ufo, seakan-akan mereka telah menguntit para saksi cukup lama. Kadang pria-pria misterius ini mengaku dari badan pemerintahan yang sedang mengumpulkan informasi mengenai fenomena yang tidak terjelaskan. Mereka juga seringkali meyakinkan para saksi yang dikunjungi bahwa objek aneh yang dilihat sesungguhnya tidak ada atau hanya halusinasi.

Sejarah perjumpaan Men In Black
Perjumpaan pertama dengan Men in Black yang diketahui terjadi pada tahun 1947. Saat itu, seorang petugas pelabuhan bernama Harold A.Dahl menyaksikan sebuah ufo di atas perairan Puget Sound, Washington. Kemudian sebuah pecahan dari ufo tersebut jatuh ke kapalnya dan membunuh anjing milik Dahl. Beberapa waktu setelah perjumpaan itu, seorang pria dengan pakaian hitam mengunjungi Dahl dan memaksanya untuk tidak mendiskusikan penampakan itu dengan siapapun.

Lalu, pada tahun 1953, Albert Bender yang sedang giat-giatnya melakukan penelitian mengenai ufo mengaku kalau tiga pria misterius mengunjunginya dan memperingatinya untuk tidak meneruskan penelitiannya. Kisah Bender inilah yang kemudian menjadi dasar penulisan buku Gray Barker "They Knew Too Much about Flying Saucers".

Pada tahun-tahun berikutnya, masih ada beberapa laporan lagi yang sepertinya agak sukar untuk dikonfirmasi validitasnya. Namun pada masa itu kisah Men In Black telah menjadi sangat populer.

Teori-teori Men In Black

Dari banyak teori yang berkembang mengenai identitas Men In Black, paling tidak ada empat teori yang paling sering disebut, yaitu :

Alien
Beberapa ufolog percaya bahwa MIB sesungguhnya adalah alien, atau paling tidak android (manusia robot) yang dikendalikan langsung oleh alien. Mereka diutus ke bumi untuk membantu menjaga kerahasiaan aktivitas alien di bumi.

Teori ini diperkuat dengan kenyataan bahwa dalam beberapa kesempatan MIB terlihat canggung dan asing dengan norma-norma yang biasa dilakukan oleh manusia, seperti gurauan atau idiom sehari-hari. Lalu para MIB disebut berbicara dengan nada-nada yang kaku seperti diatur. Bahkan ada saksi yang mengatakan bahwa tiga pria MIB yang mengunjunginya memiliki wajah mirip.

Kunjungan Iblis
Herannya, teori yang mistik ini justru diajukan oleh para peneliti ufo sendiri seperti John Keel. Menurutnya ada kesamaan antara laporan kunjungan MIB dengan kisah perjumpaan dengan iblis di masa lampau.

Keel menyatakan kemungkinan bahwa MIB adalah manifestasi modern dari penampakan iblis di masa lampau. Peter Rojcewicz, seorang ahli kisah-kisah rakyat setuju dengan pendapat ini. Bagi mereka yang mempercayai teori ini, tentu saja mereka juga harus percaya bahwa keseluruhan aktifitas ufo adalah aktifitas dari iblis.

Badan pemerintah, Militer atau CIA
Mengenai MIB, seorang penulis bernama Bill Moore mengatakan bahwa MIB ini sesungguhnya adalah agen pemerintah yang berasal dari unit intelijen angkatan udara Amerika Serikat yang disebut Air Force Special Activities Center (AFSAC). Markas unit ini dipercaya berada di Belfour, Virginia.

Namun Moore mengatakan bahwa AFSAC justru terinspirasi dengan laporan MIB tahun 1950an sehingga mereka tidak bisa dikaitkan dengan kunjungan MIB sebelum tahun itu.

Teori bahwa MIB ini adalah badan pemerintah, apakah AFSAC atau bukan, sepertinya juga dikonfirmasi oleh beberapa petunjuk. Misalnya pada tahun 1953, CIA mendirikan panel Robertson yang tujuannya adalah untuk meneliti fenomena ufo, terutama di wilayah Washington (saya pernah menyinggung mengenai Panel ini di tulisan sebelumnya : Washington national airport sightings - serbuan ufo ke Washington DC). Dan salah satu metodenya adalah memata-matai para peneliti ufo independen. Tak lama setelah itu, laporan kunjungan MIB muncul.

Satu lagi yang membuat teori ini masuk akal adalah beberapa badan pemerintah Amerika Serikat seperti FBI mengharuskan karyawannya menggunakan jas berwarna hitam dalam bertugas.

Sumber: http://haripermadi.blogspot.com/2009_12_01_archive.html

komentar (0) / Read More

/ Label:

Ufologi sebagai sebuah pseudoscience

Dalam pembahasan soal UFO ada yang disebut sebagai debunker, yang sering dikali membuat jengkel para ufolog. Tapi perlu diketahui, di kalangan ilmiah, debunker ini harus ada karena tanpa sifat koreksi dan kritis ini, ilmu tidak akan berkembang. Kalau mau, UFO bisa masuk kategori paranormal science. Apakah paranormal science itu pseudoscience? Untuk itu kita perlu menyamakan pengertian dahulu, yang menurut saya situs wikipedia ini http://en.wikipedia.org/wiki/Pseudoscience cukup memadai. Pseudoscience adalah sebuah klaim, keyakinan, atau praktek yang tampil sebagai saintifik, tapi tidak menganut metodologi ilmiah yang baku, kurang didukung oleh fakta-fakta/bukti atau hal yang masuk akal, tidak bisa diuji reliabilitasnya, atau bisa juga karena tidak punya status ilmiah.

Mengapa tidak suka disebut pseudoscience?

Tentu adalah baik jika kita menyepakati dahulu apa yang dimaksud dengan pseudoscience. Jika ada orang yang menganggap pseudoscience itu buruk, maka mestinya dia termasuk golongan yang tidak suka dengan pseudoscience. Ketika pseudoscience dimaknai secara negatif, dalam pemikiran saya, maka orang yang memaknai negatif itu tentu tidak suka dengan pseudoscience.

Soal penelitian, apapun bisa diteliti. Bahkan yang tidak terlihatpun bisa diteliti. Namun apakah itu akan termasuk dalam body of knowledge, itu akan menjadi permasalahan tersendiri. Misalnya, orang bisa saja meneliti soal hantu, jin atau bahkan mungkin soal roh. Demikian juga orang bisa meneliti soal UFO. Namun ketika dasar pemikiran yang digunakan itu tidak bersifat ilmiah, maka pertanyaannya adalah, sejauh mana kebenarannya bisa dianggap sebagai ilmiah? Sebagai contoh, membahas soal keberadaan UFO atau makhluk cerdas dari planet lain berdasarkan mitos kuno yang sudah ribuan tahun lalu yang belum tentu itu merupakan fakta kejadian yang sesungguhnya. Orang bisa mengatakan bahwa kisah Barata Yudha itu adalah pertempuran antara bangsa alien, dan mungkin memberikan bukti-bukti adanya sisa-sisa radioaktif di India, tapi apakah hasil temuan itu bisa diterima di kalangan ilmuwan? Belum tentu.

Salah satu ciri ilmu adalah dia dapat dan mau dikoreksi dan dikritisi. Ini berbeda dengan agama yang dianggap sudah benar sehingga tidak perlu ada koreksi lagi. Ketika fenomena UFO masuk kajian science, maka harus siap jika dibuktikan salah atau disangkal. "UFO is possible exist until proven otherwise", maka nantinya semua ilmu yang ada akan membuktikan bahwa itu tidak benar. Sebagai contoh, bisa saja kasus alien abduction hanya dianggap sebagai gangguan tidur atau bahkan gejala gangguan kejiwaan. Metode penyelidikan UFO menurut saya berbeda dengan metode ilmiah. Mengapa? Karena UFO masih tergolong pada fenomena paranormal atau kalau mau bisa disebut sebagai paranormal science.

Syarat keilmuan


Karl Popper menyatakan bahwa ketidakcukupan ini yang membedakan antara science dari pseudoscience, atau dari metafisika, karena tidak mengikuti metode empiris, yang mana sangat esensial merupakan dasar proses berpikir induksi, berdasarkan observasi atau eksperimen. Popper mengusulkan falsifiability sebagai kriteria yang penting dalam membedakan science dari pseudoscience. Popper menyatakan, "Jika pengamatan menunjukkan bahwa pengaruh diperkirakan pasti tidak ada, maka teori itu dengan mudah dapat disangkal." Popper menyimpulkan kriteria untuk status ilmiah dari sebuah teori tergantung pada falsifiability (bersedia dibuktikan salah), refutability (siap menerima disangkal) , atau testability (siap untuk diuji).

Memang dikatakan bahwa istilah pseudoscience memiliki konotasi negatif, karena dipakai untuk menunjukkan bahwa subjek yang mendapat label semacam itu digambarkan sebagai suatu yang tidak akurat atau tidak bisa dipercaya sebagai ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, para pembela serta yang mempraktekkan pseudosains biasanya menolak klasifikasi ini.

Meskipun UFO ini merupakan bidang yang menarik untuk diselidiki oleh sebagian orang, namun sulit menjadi sebuah ilmu yang berdiri sendiri. Pohon besar keilmuannya barangkali adalah ilmu paranormal (paranormal science). Tapi, apakah paranormal science adalah sebuah science? Menurut saya, paranormal science adalah kombinasi dari science dan metafisika. Nah, di sini ada istilah lagi, yaitu metafisika, yang juga perlu jelas apa definisinya. Ada orang yang menganggap metafisika itu adalah spiritual, ada yang mengira bahwa itu adalah "di luar fisika", atau ada yang menyamakan dengan seorang paranormal, dan ada juga yang bilang bahwa metafisika adalah salah satu cabang ilmu filsafat. Metafisika mengkaji hakikat segala yang ada. Dalam bidang ini, hakikat yang ada dan keberadaan (eksistensi) secara umum dikaji secara khusus dalam Ontologi.

Sebelum berkembangnya ilmu modern, orang mencari penjelasan atas pertanyaan dengan cara metafisika (sebagai filsafat alam). Psikologi sebagai ilmu juga baru diakui sejak tahun 1897 ketika Wilhelm Wundt mendirikan sebuah laboratorium pertama psikologi. Obyek yang diteliti oleh psikologi sebenarnya bukan psyche itu sendiri, karena psyche (jiwa) tidak bisa dilihat, namun hal itu bisa diteliti dalam manifestasinya sebagai perilaku. Oleh karena itu, psikologi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia.

UFO sebagai sebuah misteri


Kembali ke ufologi, jika memang suatu saat ada ilmu tentang UFO, apa yang akan dipelajari dari UFO? Saat ini kita masih berusaha menemukan UFO itu sendiri. Kita masih dalam tahap upaya untuk "discovery". Keberadaan UFO meski diyakini ada, namun belum menyatakan dirinya secara utuh. Dengan kata lain, keberadaannya masih misteri.

Jadi, inti dari permasalahan UFO bagi kalangan science yang masih sangat mendasar adalah "Apakah UFO itu ada". Para ufolog pasti mempunyai hipotesa "UFO itu ada", bahkan punya banyak teori tentang hal itu. Nah, penelitian apa yang bisa dilakukan oleh para ufolog untuk bisa menunjukkan bahwa hipotesanya diterima? Apakah cukup dengan menyodorkan sejumlah bukti berupa foto, video, tulisan-tulisan mitos, kitab suci atau bahkan peninggalan arkeologi?

Ufologi menurut saya bukan science dan sulit menjadi sebuah disiplin ilmu yang berdiri sendiri. Sebagaimana UFO dipahami sebagai pesawat alien, sementara keberadaannya sekaligus juga masih misterius. Ufologi adalah suatu istilah yang dipergunakan untuk menjelaskan suatu upaya untuk menemukan (discover) sesuatu yang misteri dianggap tidak dapat diidentifikasi.

Upaya mencari kebenaran

Lebih jauh lagi, jika memang ingin serius bicara soal keilmuan, terutama apakah ufologi bisa menjadi sebuah ilmu, maka harus secara terbuka kita siap untuk menyajikan apa ontologi, epistemologi dan aksiologinya. Ontologi berupaya mencari inti yang termuat dalam setiap kenyataan dan menjelaskan yang ada yang meliputi semua realitas dalam semua bentuknya. Epistemologi mengkaji tentang bagaimana ilmu atau pengetahuan itu diperoleh, seperti batas, sumber, serta kebenaran suatu pengetahuan. Dengan kata lain, epistemologi adalah "the theory of knowledge". Lalu, aksiologi berusaha menjawab untuk apa pengetahuan yang berupa ilmu itu di pergunakan? Bagaimana kaitan antara cara penggunaan tersebut dengan kaidah-kaidah moral? Bagaimana penentuan objek yang ditelaah berdasarkan pilihan-pilihan moral? Bagaimana kaitan antara teknik prosedural yang merupakan operasionalisasi metode ilmiah dengan norma-norma moral?

Tentu tidak mudah memperjuangkan ufologi menjadi sebuah science, terutama kalau karakteristik peneliti UFO masih menggunakan "metode pseudoscience" menurut kacamata science. Misalnya, ada yang mengotot menggunakan referensi kitab suci karena menurutnya itu mutlak benar. Metode pseudoscience seringkali tidak fair, sebab sering hanya mengambil/mengadopsi informasi yang mendukung pernyataannya, dan mengabaikan pandangan yang bertentangan dengan dirinya.

Mengenai UFO itu sendiri bagi saya mau tidak mau adalah merupakan sebuah minat (interest) atau hobby. Bahwa ada astronom yang berminat soal UFO, ada jenderal yang suka membahas UFO, ada ahli nuklir yang suka soal UFO seperti Stanton Friedman. Tapi pertanyaannya, apakah di kalangan keilmuaannya, dia diakui sebagai peneliti UFO?

UFO adalah fenomena yang menarik bagi saya. Kebenarannya tidak perlu saya sangsikan lagi. Sama seperti saya melihat kursi yang saya duduki, saya tidak perlu membuat ilmu tentang kursi (kursilogi). Memang, penambahan kata logi sering diartikan sebagai ilmu, misalnya weaponology adalah ilmu tentang senjata. Weaponology barangkali masuk di dalam science of warfare.

Jembatan antara science dan pseudoscience adalah popular science. Yang pasti, buku serius tentang UFO tidak masuk golongan SF (Science Fiction) tapi NF (Non Fiction). Tapi, yang non fiction itu belum tentu science lho. Tidak harus fakta selalu menjadi sains. Pengetahuan untuk bisa menjadi sains harus mengikuti hukum aturan metodologi ilmiah. Misalnya, kalau saya buat buku otobiografi, apakah itu masuk science? Tentu tidak, padahal isinya bukan non fiksi. Di setiap ilmu ada pseudo-nya, misalnya pseudoarcheology, pseudobiology, pseudophysic, dan lain-lain.

Tentu alangkah baiknya menyelidiki UFO dan mencari kebenaran secara ilmiah, dengan scientific method. Hal ini karena dengan metode ini terbuka kemungkinan untuk dikoreksi dan dikritisi. Kalau tidak mau dikoreksi atau dikritisi, jangan jadi ilmu. Ilmu yang menurut saya bisa menjadi tempat ufologi bersandar saat ini adalah antropologi.

Science memang punya metode. Prinsipnya sederhana, hanya satu, yaitu hasil penelitian bisa diteliti atau diuji oleh orang lain (adequacy = keajegan). Saya lihat arah perkembangan diskusi soal pseudoscience menunjukkan kekurangpahaman akan makna pseudoscience itu sendiri.

Pseudo adalah berarti semu. Jadi pseudoscience adalah sebuah "ilmu" yang semu karena ingin jadi ilmu. Klenik tidak akan menjadi pseudoscience karena dia tidak pernah berusaha menjadi science. Namun, yang menarik, ada orang yang berusaha mengilmiahkan konsep yang diyakininya, misalnya astrologi. Apa dasar ilmiah astrologi? Orang mencari-cari, misalnya bahwa kalau posisi rasi bintang sedang ada di Venus, maka orang dalam zodiac itu penuh dengan asmara yang membara. Anda percaya silahkan, tidak percaya juga tak masalah. Tapi dia kemudian memakai predikat yang biasa digunakan oleh science, yaitu "LOGOS" sehingga digunakan istilah astrologi. Maka jadilah astrologi sebagai pseudoscience. Kalau cuma pakai nujum perbintangan, bukan pseudoscience, namanya saja nujum. Nah, ufo menjadi pseudoscience karena juga pakai istilah ufologi. Ilmu yang mempelajari soal UFO. Apa yang dipelajari? Sebagai sebuah ilmu, ada tiga hal yang perlu diperhatikan, yaitu ontologi, epistemologi dan aksiologi. Apa itu?

Ontologi adalah hakikat yang Ada (being, sein) yang merupakan asumsi dasar bagi apa yang disebut sebagai kenyataan dan kebenaran. Epistemologi adalah sarana, sumber, tatacara untuk menggunakannya dengan langkah-langkah progresinya menuju pengetahuan (ilmiah). Aksiologi adalah nilai-nilai (value) sebagai tolok ukur kebenaran (ilmiah), etik, dan moral sebagai dasar normative dalam penelitian dan penggalian, serta penerapan ilmu.

Lalu, apa ontologi dari ufologi? Yaitu adalah UFO itu sendiri, yang oleh kalangan ufolog asumsi dasarnya adalah UFO itu ada. Nah, di sini letak permasalahannya. Keberadaan UFO itu sendiri meski telah banyak bukti (evidence), tapi tidak cukup kuat untuk sebagai bukti (proof) bahwa UFO itu ada. Kalau orang masih bisa meragukan bahwa UFO itu ada, maka secara ontologi, ufologi itu lemah. Belum lagi soal epistemologinya. Bagaimana kita bisa menghadirkan obyek UFO atau aliennya untuk bisa diteliti? Apa saja teknik penelitiannya? Seringkali yang diteliti oleh ufolog bukan obyek ufonya langsung tetapi hasul foto, video, kesaksian, literatur dan sejenisnya.

Pseudoscience, wilayah abu-abu

Seorang peneliti UFO, walau tahu bahwa dianggap pseudoscience, tentu dia berusaha untuk melakukan penelitian dengan obyektif dan jujur. Namun problemnya, sains menuntut bahwa hasil penelitian itu bisa diuji oleh orang lain. Pada kenyataannya, ini sulit untuk dipenuhi.

Lalu, apakah UFO tidak bisa diselediki secara ilmiah? Kalau itu pertanyaannya, maka jawabannya bisa. Ilmu apa yang bisa menyelidikinya? Tentu ini tergantung dari disiplin ilmu yang dimiliki oleh penelitinya. Bisa dari sudut pandang antropologi, psikologi, psikiatri, politik, fisika, eksobiologi, filsafat bahkan mungkin ilmu agama.

Upaya membuat UFO sebagai ilmu yang berdiri sendiri yang kemudian disebut sebagai Ufologi, justru akan membuat hal ini sebagai sebuah pseudoscience. Banyak contoh pseudoscience (ilmu semu), misalnya graphology (ilmu membaca arti tulisan tangan), astrologi (ilmu sifat dan nasib manusia yang dipengaruh oleh posisi benda langit), hongshui (ilmu keserasian tata letak ruang). Nah, meskipun hongsui dianggap sebagai pesudoscience, tapi ada juga ahli arsitektur yang mengkaji hal ini. Demikian juga graphology ada yang memanfaatkan dalam proses seleksi pegawai. Salah satu ciri pseudoscientist adalah gelar akademik yang dimiliki dengan minat pseudoscientist yang dimiliki biasanya sangat berbeda. Ini membuat pseudoscience menjadi wilayah abu-abu.

Kita yang meminati masalah UFO, menurut saya sebaiknya memiliki semangat untuk menyelidiki, berusaha menemukan, menyingkap misteri, sebagaimana mirip seorang penyelidik (detektif) atau investigator. Jadi seorang ufolog adalah penyelidik UFO. Kalaupun kita mau membuat kajian UFO ini sebagai sesuatu yang ilmiah, maka sebaiknya langkah awal adalah membuat diri kita menjadi seorang scholar (orang yang berprofesi di bidang pendidikan dan ilmu pengetahuan, seperti dosen, profesor atau doktor). Tanpa itu, tentu apa yang kita lakukan, kajian apapun, tidak akan dianggap sebagai sebuah karya ilmiah. Saya pribadi tidak masalah dengan anggapan bahwa ufologi adalah psuedoscience, karena memang demikianlah adanya dan di situlah keasyikannya.Sebagai seorang ufolog, saya bangga meski dianggap sebagai pseudoscientist. (Nur Agustinus)

komentar (0) / Read More

/ Label:

Makhluk Pembawa Piring Terbang



Berdasarkan kisah para saksi piring terbang, dapat disimpulkan adanya tiga jenis penampakan, yaitu: Penampakan jarak dekat tingkat I, penampakan jarak dekat tingkat II dan penampakan jarak dekat tingkat III. Dalam hal ini akan diuraikan bentuk-bentuk makhluk pembawa piring terbang itu. Berdasarkan kesaksian, tidak semua bentuk mereka sama. Ada yang menakutkan, ada yang seperti manusia, dan lain-lain. Ketiga jenis penampakan piring terbang itu diceritakan oleh seorang profesor yang bernama J. Allen Hynek.

Makhluk Piring Terbang

Ketika pemerintah Amerika Seikat menemukan sebuah UFO yang jatuh di bumi, pada tahun 1948, di dalamnya terdapat seorang makhluk luar angkasa yang telah mati. Ciri-cirinya ialah: makhluk itu kecil, tingginya 4 kaki 6 inci, tidak mempunyai rambut dan ibu jari. Bentuk tubuhnya dapat anda lihat pada gambar no.1.

Sebuah kejadian lain yang dialami oleh tujuh orang yang sedang jalan-jalan pada malam hari di daerah pedalaman Italia dalam bulan Agustus. Mereka menyatakan dihadang oleh makhluk berbentuk manusia, yang tingginya kira-kira 2,5 meter. Makhluk itu membawa kotak kecil yang diikatkan pada pinggangnya. Dia mengisyaratkan dengan gerak tangan agar ketujuh orang itu mendekat. Kisah ini diakui kebenarannya oleh pemerintah (gambar 2).

Kejadian ini terjadi di Indonesia, tepatnya di sebelah selatan dan timur pulau Alor. Kisah ini disaksikan oleh penduduk kepulauan Alor itu. Penduduk digemparkan oleh munculnya seorang manusia berseragam biru tua, dengan ciri-ciri: Tingginya kurang 1,80 meter dan kulinya kemerah-merahan. Matanya seperti manusia biasa, rambutnya putih berombak dan ada yang berjenggot. najunya lengan panjang berwarna biru tua dengan krah bajunya tinggi setinggi daun telinganya. Mereka memakai ikat pinggang dan terselip sebuah tongkat berbentuk silinder warna keabu-abuan yang merupakan senjatanya. Mengenakan sepatu lars hitam. Mereka menculik seorang anak berumur enam tahun dan diketemukan dalam keadaan linglung (lihat gambar 3).

Sebuah kisah tentang Hebert Schirmer tentunya anda pernah tahu. Ia menyatakan bertemu seorang makhluk UFO yang datangnya dari galaksi tetangga kita. Makhluk itu tingginya 1,6 atau 1,5 meter. Pada dada kiri terdapat lambang ular bersayap. Terdapat sebuah antene kecil pada kepala sebelah kiri. Ciri-ciri lain dapat anda bandingkan dengan gambar 4, atau dalam artikel “Dari mana Datangnya Piring Terbang” dalam Liberty no.1380 Th 28.

Juga dalam kisah Adamski, dapat diketahui ciri-ciri makhluk dari “Venus” itu. Seperti manusia bentuknya, tetapi pakaiannya agak berbeda dengan pakaian manusia bumi. Tingginya kira-kira 5 kaki enam inci. Rambutnya panjang dan piring. Memakai baju berwarna coklat dengan ikat pinggang besar berwarna keemas-emasan. Makhluk Venus itu dibuat sketsanya oleh nona Alice yang ikut dalam rombongan Adamski. Gambar yang dibuat Alice itu terdapat pada gambar 5.

Dari kisah-kisah yang dapat dijelaskan secara sederhana serta gambar-gambarnya, tidak semuanya ada disini. Keterangan ini hanya saya ambil 5 buah kejadian saja. Umumnya mengenakan pakaian astronot. Ada kalanya mereka memakai helm pernafasan atau ada yang tak mengenakan pakaian, karena mempunyai bulu yang lebat. Sebenarnya di Amerika ada kira-kira 60.000 kasus pendaratan piring terbang di daratan Amerika itu.

Bentuk Makhluk Pembawa Piring Terbang

Dalam bab ini tidak dijelaskan peristiwanya, hanya bentuk makhluk itu serta beberapa hal yang perlu diketahui. Kebanyakan makhluk piring terbang itu bentuknya seperti manusia, seperti dari kisah Adamski, Allingham, dll. Tetapi ada pula yang bahkan tidak menyerupai manusia. Adakalanya mereka itu mempunyai kepala yang besar, bentuk yang kecil atau raksasa, dan warna kulitnya berlainan, seperti hijau atau merah.

Diperkirakan tentunya makhluk pembawa piring terbang itu mempunyai kecerdasan yang tinggi. Tidak semua makhluk piring terbang mempunyai tujuan yang baik, tetapi ada pula yang ingin meyerang bumi. Ada pula suatu teori tentang pembawa makhluk piring terbang, yang diperkirakan merupakan sebuah makhluk Cyborg, yaitu makhluk setengah manusia dan setengah mesin.

Tidak sedikit pula mereka yang mengaku bertemu makhluk pembawa piring terbang itu hanyalah bohong dan semata-mata hanya mencari ketenaran saja. Oleh sebab itu dianjurkan bagi organisasi peneliti UFO agar berhati-hati dalam memutuskan sebuah perkara UFO.

Umumnya mereka memakai pakaian yang ketat dan berlengan panjang. Ada pula yang tidak dapat menghirup udara planet bumi, seperti makhluk piring terbang yang memakai slang, ketika mendarat di bumi. Piring terbang biasanya melakukan penyelidikan di bumi, seperti mencari batu-batuan di bumi, dll. Makhluk piring terbang yang bertujuan damai biasanya mau bertemu dengan manusia. Ada makhluk piring terbang yang tiba-tiba lari masuk ke dalam piring terbangnya karena bertemu dengan manusia.

Kehidupan di Planet lain

Pada saat ini orang sedang berusaha mencari teman dari luar angkasa. Ada suatu ilmu yang menyelidiki kehidupan di planet lain, ilmu ini disebut Eksobiology. Salah seorang sarjana dalam Eksobiology yang terkenal ialah Dr. Carl Sagan. Untuk mencari kehidupan di luar angkasa, dapat melalui percobaan-percobaan ilmiah di planet lain melalui pesawat luar angkasa. Contohnya pesawat tak berawak Viking I dan II yang menyelidiki adanya kehidupan di planet Mars.

Antara kenyataan dan kesaksian banyak perbedaannya, seperti makhluk Venus yang bertemu dengan Adamski. Planet venus yang menyerupai neraka itu sangat panas dan dipastikan tidak ada makhluk organisma di planet itu. Contoh lain ialah Allingham, yang bertemu dengan makhluk planet Mars. Planet Mars melalui percobaan pesawat Viking, tidak ada suatu kehidupan di sana, meskipun planet Mars sangat membawa pengaruh besar terhadap kehidupan di sana.

Apakah di bulan ada suatu pangkalan piring terbang yang tersembunyi? hal ini dikuatkan oleh kesaksian para astronomer, yang melihat bintik kecil yang bersinar di permukaan bulan atau jembatan misterius di Mare Crisium, tetapi hal ini amat dibantah oleh para penyellidik piring terbang.

Tujuan Makhluk Piring Terbang ke Bumi

Seperti diketahui, makhluk piring terbang mempunyai pangkalan di bumi ini, tentunya mempunyai maksud-maksud tersembunyi. Hanya dari perkataan makhluk itu sendiri melalui orang yang pernah ditemuinya, dapat diketahui maksud atau tujuannya ke bumi kita ini.

Ada pula mereka yang bertujuan untuk berdamai, meyerang bumi, mencari tempat tinggal lain, atau hanya peyelidikan saja. Contohnya orang-orang yang bertemu dengan makhluk piring terbang, biasanya bertujuan damai, kecuali yang menculiknya. Dalam hal menculik manusia bumi oleh piring terbang, ini ada dua pendapat, seperti yang dialami oleh Barney dan Betty Hill yang mendapat pemeriksaan badan secara menyeluruh tanpa bermaksud buruk. Dan pendapat kedua ialah yang bertujuan menculik, seperti yang terjadi di Segitiga Bermuda. (Nur Agustinus)

Catatan: Artikel ini pernah dimuat di majalah Liberty No 1383, tanggal 8 Maret 1980.

komentar (0) / Read More

/ Label:

Menganalisis sebuah informasi: Hoax or True?

Berbagai kasus penampakan UFO sering dimintakan kepada BETA-UFO agar dianalisis apakah itu memang UFO atau bukan. Hal ini tidak lepas dari banyaknya kemungkinan dan mudahnya orang membuat rekayasa foto atau video. Atau bisa saja tidak dengan unsur kesengajaan, namun obyek yang dianggap mirip UFO, namun setelah dianalisis ternyata bukan UFO. Berangkat dari masalah ini, ada usulan di milis BETA-UFO agar dibuat semacam protokol HOT (Hoax OR True).

Saya pikir tidak sesederhana itu untuk membuat sebuah protokol untuk menentukan hoax or true. Persoalannya adalah tidak semua orang bisa diajak untuk berpikir secara obyektif yang sama karena pemahaman seseorang akan sesuatu akan melibatkan persepsi yang bersangkutan dan itu biasanya bisa sangat subyektif. Kita tidak bisa berdasarkan berita dari sebuah situs yang menyatakan bahwa hal itu hoax, lantas dapat disimpulkan hoax. Sebagai contoh, apakah penerbangan astronaut apollo ke bulan itu hoax atau benar? Ini masih menjadi perdebatan yang tak pernah selesai.

Saya pernah berdiskusi dengan teman-teman saya yang ada di LSM, bahwa ketika misalnya saya mengatakan sebuah foto atau video yang semula dikira UFO namun saya kemudian mengatakan bahwa itu bukan UFO, maka saya bisa saja dianggap sebagai "pengkhianat". Orang mungkin akan jengkel dengan saya ketika misalnya ada yang menyampaikan pengalamannya melihat UFO, namun saya mentahkan begitu saja bahwa itu "menurut saya" bukan UFO. Saya bisa mengerti perasaan itu, sebab saya sendiri pernah mengalami ketika bertanya kepada Bapak J. Salatun, peneliti senior UFO Indonesia, ketika menyampaikan ada berita di harian Pikiran Rakyat, 30 April 1998 http://www.betaufo.org/sightings/bayah1998.html apakah yang dilihat oleh dua nelayan itu adalah UFO. Jawaban beliau adalah: "Tidak ada UFO yang berwarna hijau." Itu saja, singkat, jelas dan secara tak langung mengatakan bahwa itu bukan UFO, namun tidak ada penjelasan lain. Saya sempat kecewa dengan jawaban tersebut. Bagi saya, obyek hijau aneh yang masuk ke dalam laut ittu bisa dikategorikan sebagai UFO. Lalu, mana yang benar?

Ketika saya menanggapi berbagai kasus penampakan UFO, seringkali memang kemudian membuat kecewa juga. Misalnya dulu ada yang pernah menceritakan pernah melihat sinar aneh yang kemudian saya coba analisis sebagai sebuah "roket suar". Atau misalnya, baru-baru ini ada video mirip UFO di Kendari, yang menurut analisis saya hal itu adalah black sun effect kamera. Namun respon yang ada, seringkali justru beranggapan bahwa saya telah secara gegabah membuat sebuah kesimpulan karena banyak yang meyakini hal itu adalah benar-benar UFO, atau bahkan obyek planet besar di depan matahari yang kemudian dikaitkan dengan Nibiru atau lainnya.

Bagi saya pribadi, kasus penampakan UFO tidak lagi hal yang penting atau menarik. Sightings are not important anymore. Saya meyakini fenomena UFO ini ada. Tapi mengabaikan begitu saja kasus penampakan UFO juga tidak bijaksana. Banyak foto atau laporan UFO masuk ke BETA-UFO dan meminta untuk dianalisis. Mereka berkeyakinan itu UFO, tapi apakah bisa kemudian foto yang disampaikan kemudian dianalisis apakah itu UFO atau tidak. Kalaupun sampai pada sebuah kesimpulan, dapatkah kesimpulan yang saya buat itu mewakili kesimpulan organisasi? Saya meragukan hal itu. Misalnya, kalau kita bicara kasus perjumpaan dengan makhluk UFO yang dialami oleh George Adamski, atau misalnya yang lain, Billy Meier, banyak yang bilang itu hoax, tapi ada juga yang percaya itu benar. Jika saya mengatakan dan meyakini itu benar sementara mayoritas yang lain menyatakan itu adalah hoax, apakah saya harus mengubah pendangan saya? Tidak harus bukan?

Jadi, memang tidak mudah memutuskan apakah itu hoax atau tidak. Bagi orang yang menyampaikan informasi pengalamannya melihat UFO atau bahwa merasa dirinya diculik oleh alien, tentu tidak sesederhana itu mencap bahwa apa yang mereka ceritakan sebagai sebuah hoax. They know what they saw. Kita tidak melihatnya langsung namun kita kemudian menghakiminya bahwa itu tidak benar. Apakah itu fair?

Era di mana BETA-UFO ini eksis adalah era di mana orang sangat skeptik. Berbeda dengan di tahun 60an atau hingga 80an, orang dengan mudah percaya begitu saja terhadap laporan, informasi bukti atau bahkan tulisan di buku-buku. Coba kalau misalnya ada tim yang menyelidiki foto-foto UFO di tahun-tahun itu yang banyak dipasang di buku-buku klasik UFO, maka mungkin dengan kondisi saat ini, orang dengan mudah mengatakan bahwa foto yang ini dan itu bukan UFO. Memang, dengan kecanggihan komputer saat ini, dan kebiasaan orang melakukan rekayasa atau manipulasi foto, maka orang juga menduga bahwa foto yang ada bisa saja hasil sebuah rekayasa. Kalau di jaman dulu, bisa saja orang menggantungkan sebuah obyek kemudian difoto atau melemparkan topi ke udara dan menjepretnya dan jadilah seperti piring terbang melintas di langit.

Akan tetapi, justru karena bukti-bukti foto dan cerita yang dipertahankan oleh para ufolog di masa lalu sebagai sebuah bukti UFO, maka fenomena UFO ini menarik perhatian orang hingga saat ini. Kalau semua bukti atau laporan UFO di masa lalu sudah dianalisis bahwa itu bukan UFO, maka saya yakin hanya di bawah 10% kasus saja yang akan tersisa. Kita tahu bahwa Blue Book Project di Amerika Serikat di tahun 1952 hingga 1970 menerima ribuan kasus penampakan dan hampir semua kasus kemudian dimentahkan dan disimpulkan hanya merupakan fenomena alam atau benda buatan manusia. Sangat sedikit sekali kasus yang dianggap "tidak dapat dijelaskan atau dikenali" melalui penyelidikan yang sangat serius. Ya, pengertian "tidak kdapat dijelaskan atau dikenali" ini artinya adalah unidentified, namun penyebutan unidentified tidak serta merta mengartikan bahwa itu dikemudian oleh makhluk cerdas dari luar angkasa. AKibatnya, Blue Book Project yang memang dibentuk untuk menyelidiki fenomena UFO, justru dianggap sebagai sebuah upaya cover-up atau tugasnya mementahkan setiap kasus UFO.

Melihat keadaan ini, BETA-UFO sebagai sebuah organisasi yang mengkhususkan diri menyelidiki fenomena UFO juga akan dihadapkan pada hal yang sama. Apakah ingin mencari kebenaran? Sementara kebenaran bisa sangat relatif. Saya membaca buku "Membongkar Misteri Tanda: Suatu Gugatan Terhadap Kebenaran Tunggal" yang ditulis oleh Heru Susanto. Di dalam buku itu dijelaskan bahwa tafsir kebenaran sepertinya memang bukanlah tafsir yang selesai, tetapi tafsir yang terus menerus dipertanyakan. Dengan kata lain, kebenaran yang kita miliki bukanlah kebenaran yang mutlak sebab itu cuma sebagian kecil dari kebenaran-kebenaran yang dimiliki orang lain. Jadi siapkah kita untuk sedikit membuka diri?

Inilah yang menurut saya tidak mudah menyusun sebuah protokol hoax or true. Biarlah kebenaran itu muncul dengan sendirinya melalui sebuah pemahanan pribadi dan diskusi jika perlu. Seperti pernah ada yang bertanya di sebuah stasiun televisi ketika beberapa orang dari BETA-UFO diwawancara soal foto UFO di atas sebuah apartemen di Jakarta, "Apa kewenangan BETA-UFO untuk menyatakan itu UFO atau bukan?" Ya, apakah BETA-UFO memiliki kewenangan untuk itu? Apakah BETA-UFO memiliki otoritas untuk itu? Saya pikir memang tidak, sebab apapun pernyataan yang dibuat oleh BETA-UFO hanya berlaku untuk kalangan intern saja, itupun belum tentu setiap orang yang ada dalam komunitas ini setuju. Toh, jika dipertanyakan, siapa yang berwenang? Apakah negara yang berwenang untuk membuat pernyataan? Bisa saja, tapi di kalangan pengamat UFO juga meyakini kalau banyak pemerintah yang merahasiakan fakta sesungguhnya dari kasus-kasus UFO. Apakah kita bisa mempercayai pernyataan resmi dari NASA, misalnya? Sebagian orang memang bisa, tapi sebagian yang lain meragukannya.

Berdasarkan pemikiran ini, saya kemudian mempertanyakan, betulkah kita memerlukan sebuah prosedur operasional baku atau semacam protokol untuk menentukan sebuah berita atau foto/video mengenai UFO itu hoax atau benar? Bagi saya tidak akan sesederhana itu penyelesaiannya. Bahkan yang bisa saja kemudian dengan mencoba menyampakan analisis yang obyektif, BETA-UFO dianggap sebagai organisasi yang melemahkan semangat ingin tahu orang tentang UFO. Memang, lebih mudah menyatakan bahwa itu "bukan UFO" dari pada "itu UFO". Maka kebenaran akan menjadi milik masing-masing individu, dan ini bukan soal open minded atau tidak. Ini soal apa yang dipercayai dan dipersepsi sebagai benar atau tidak. Ini seperti yang dikatakan oleh Robert Ripley, Believe It or Not! Yang penting bagi saya adalah alangkah baiknya kalau kita selalu melakukan cek & ricek atas sebuah berita atau informasi yang kita terima. (Nur Agustinus)

komentar (0) / Read More